Portal Bangsa
ad

Dinilai Ada Kriminalisasi Proses Hukum, Kades dan Keluarga Ancam Lapor KY

berita terkini
Rachmad Ariadi (kanan) dan keluarga saat jumpa pers
ad

SUMENEP, (portalbangsa.com) - Kepala Desa Pamolokan Rachmad Ariadi bersama keluarga berencana melapor kepada Komisi Yudisial (KY) terkait dugaan kriminalisasi penegakan hukum Kepolisian Resort dan Kejaksaan Negeri Sumenep, Madura, Jawa Timur atas kasus hukum yang menimpa Iski Junaidi (59), tentang dugaan pengrusakan pagar rumah milik tetangganya, Yulia Jakfar (40).

"Penegakan hukum di Sumenep ini sudah tidak beres, masak orang yang memperjuangkan haknya malah dikriminalisasi dan dipenjara, kita akan gugat di KY saja nanti," kata Rachmad kepada awak media.

Kasus hukum yang menimpa Iski Junaidi warga Desa Pamolokan, Kecamatan Kota itu tampaknya semakin hari semakin janggal. Sebab, proses hukum oleh Kejari setempat kian menunjukkan kejanggalan-kejanggalan.

Kali ini, Kejari setempat tidak memberikan pemberitahuan kepada keluarga Junaidi terkait jadwal sidang perdana kasus tersebut. "Seharusnya secara administratif, keluarga korban diberitahu secara tertulis, tapi kasus yang sudah masuk persidangan dengan acara pembacaan dakwaan itu, malah keluarga korban yang menjemput bola, menanyakan via telepon ke pihak kejaksaan,” jelasnya, Jum'at (3/3/).

Bahkan, Melihat rentetan proses hukum yang dijalani Iski Junaidi, kecurigaan keluarga dan pihak Pemerintah Desa Pamolokan semakin kuat bahwa telah ada upaya kriminalisasi oleh pihak berwajib, baik oleh Kepolisian maupun Kejaksaan.

Pasalnya, kedua lembaga penegak hukum tersebut telah secara sepihak menetapkan Iski Junaidi sebagai tersangka serta melakukan penahanan tanpa memperhatikan kronologis dari peristiwa tersebut.

Rachmad membeberkan, kejanggalan bermula saat Iski Junaidi dilaporkan oleh Yulia Jakfar (40) atas tuduhan telah melakukan pengrusakan pagar rumah milik Yukia, tidak lain tetangganya sendiri.

“Kasus ini sebenarnya terjadi pada tahun 2015 lalu, berawal dari pengrusakan pagar rumah milik Yulia Jakfar oleh Iski Junaidi, akan tetapi penghancuran itu bukanlah salah Iski, karena pengbongkaran sudah berdasarkan persetujuan dari Yulia,” katanya.

Berdasarkan bukti-bukti kepemilikan tanah, pagar milik Yulia Jakfar dibangun di atas tanah milik Iski Junaidi, hal itu sesuai dengan hasil pengukuran pihak desa.

"Hal itu juga dikuatkan dengan surat dari Kantor Badan Pertanahan Sumenep, yang menyatakan bahwa bangunan tersebut memang berdiri di atas tanah yang bukan milik Yulia," sambungnya.

Kendati demikian, kalaupun pihak berwajib mau memproses hukum laporan Yulia, seharusnya penyidik juga memperhatikan rentetan peristiwa, tidak main menetapkan tersangka begitu saja, apalagi sesampainya P21, Kerjari langsung melakukan penahanan.

“Kalau polisi hanya melihat laporan, ya jelas Iski Junaidi yang salah, tapi kalau mengetahui kronologisnya, Iski ini jelas-jelas pemilik tanah dan Yulia juga sudah mengakui itu (tertuang dalam pernyataan bersama),” ungkapnya.

Sayangnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Sumenep yang menangani kasus tersebut, Syaiful Arif ketika hendak dikonfirmasi, ia tidak ada di kantornya karena sedang ke luar kota.

"Pak Syaiful sedang rapat di Surabaya mas, barusan sudah saya cek ke ruangannya," kata salah seorang security dikantor Kejari setempat.

Reporter :
Editor : Rudi Erlangga
ad
Berita Sebelumnya Polemik Pengangkatan 31 Camat di Jember Terus Bergulir
Berita Selanjutnya Program Wira Usaha di SMK AL-Azhar Bangsalsari Jember

Komentar Anda