Portal Bangsa
ad

Siswa Disabilitas di Jember Ini Bercita-cita Jadi Polisi

berita terkini
Ahmad Najib Tarjudin, saat berada di luar ruang kelas
ad

JEMBER, (portalbangsa.com) – Bocah itu dengan tangkas berlari dengan kedua tangannya. Menyusuri halaman kelas, bermain bersama teman-temannya. Wajahnya polos, tak menunjukkan mimik murung. Ia bercita-cita ingin menjadi seorang polisi.

Namanya Ahmad Najib Tarjudin. Ia kini duduk di bangku dasar kelas satu Sekolah Dasar Negeri (SDN) 3 Kamal, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember.

Cita-citanya sungguh mulia, tapi siapa sangka jika anak polos ini ditakdirkan tidak memiliki sepasang kaki sejak dari lahir.

Kedua orang tuanya pun dalam keadaan tak baik secara ekonomi, namun tak menyurutkan optimisme dan semangatnya untuk terus menimba ilmu.

“Tapi dia itu tetap semangat untuk menuntut ilmu,” Kata Winoto (50), Kepala Sekolah SDN 3 Kamal, Kecamatan Arjasa, Kabupaten jember, (9/2).

Ia menceritakan, bagaimana orang tuanya Ahmad, dulunya tak terlalu mendukung kepada Ahmad untuk bersekolah. Masalahnya ekonomi.

“Karena tidak ada yang mengantarkan,” ceritanya.

Karena kedua orang tua Ahmad bermasalah dalam keluarga, masalah itu berimbas pada Ahmad yang bersekolah. Mau tak mau Ahmad kadang tak masuk sekolah karena tak ada yang mengantarkan.

Namun kini orang tuanya turut mendukung dengan proses belajar dari Ahmad, karena juga melihat antusiasme Ahmad dalam menuntu ilmu.

Winoto berharap kepada pemerintah kabupaten Jember agar memberikan perhatian yang lebih untuk anak penyandang disabilitas. Terlebih kepada Ahmad.

“Saya  mohon kepada Ibu Bupati yang baru ini ada perhatian khusus, blusak-blusuk ke desa,” harapnya.

Ia juga berharap agar ada kesetaraan dalam proses belajar mengajar, antara anak yang sempurna fisiknya dan disabilitas.

Fatma Dwiyana (50), salah satu guru Ahmad menceritakan bagaimana semangatnya dalam belajar di sekolah. Ia menceritakan bagaimana saat Ahmad ingin memimpin persiapan belajar di awal pelajaran.

“Saya Bu Guru, saya Bu Guru,” ucap Fatma menirukan Ahmad yang ingin memimpin persiapan belajar.

“Saya taruh (Ahmad) di atas meja sini,” katanya. Menurutnya, Ahmad tak pernah merasa minder dalam proses belajar di dalam kelas. Malah Ahmad menunjukkan ingin mendapatkan hak yang sama dengan temannya yang lain.

Sementara, menurut Hariyono, salah satu staf Dinas Sosial Kabupaten Jember mengatakan, pada tahun 2014 telah memberikan bantuan kepada Ahmad berupa kursi roda.

“Sudah kita kirim kursi roda untuk anak-anak,” ujarnya.

Namun pihaknya belum monitoring untuk penggunaan kursi roda tersebut, ia beralasan lokasi rumah Ahmad yang berada di pegunungan dan medan yang berat.

“Saya kira itu sudah dimanfaatkan,” pungkasnya.

Reporter : Chairul Anwar
Editor : Yuni Musyarofah
ad
Berita Sebelumnya Oknum LSM yang Mengaku Sebagai Mitra KPK, Resahkan Masyarakat Malang
Berita Selanjutnya Program Wira Usaha di SMK AL-Azhar Bangsalsari Jember

Komentar Anda