Portal Bangsa
ad

Parmin Ras: Seniman Harus Mandiri dari Pesan Politik

berita terkini
Parmin Ras,Seniman tari internasional.
ad

LUMAJANG, (portalbangsa.com) - Seniman tari internasional asal Jawa timur, Parmin Ras memiliki prinsip berkesenian yang idealis. Bagi seniman yang sudah puluhan tahun melintang dan melanglangbuana ke asia dan eropa ini, berkesenian harus dengan martabat.

"Yang bikin orang awet berkesenian, karena IQ, memiliki kekuatan dari karya seninya. Kita harus berkarya dengan idealisme. Sehingga, ketika karya dipandang punya kekuatan atau tidak, itu dilihat dari ruhnya," tutur lelaki berusia lebih dari 60 tahun ini di padepokan Lereng Gunung Tambo, Lumajang pada akhir pekan.

Kata dia, sebuah karya mempunyai kekuatan karena karya itu bersih. "Bersih orangnya, bersih idenya juga bersih produksinya. Maksudnya bukan dari uang yang tidak jelas. Jika dari uang rakyat, misalnya, apa yang bisa diambil atmosfir kebaikannya," tambahnya.

Kepada seniman-seniman muda,Parmin berpesan tentang independensi berkarya dan berkesenian.
"Berkesenianlah dengan martabat. Karena karya punya kekuatan dibentuk pencetusnya, punya martabat, punya keberanian mandiri. Ya, mandiri dari pesanan seperti pesan politik dan harus memiliki independensi," katanya.

Seniman gaek ini memulai debutnya di Chandra Wilwatikta sejak tahun 1970. Ia setiap bulan berpentas di Taman Chandra Wilwatikta. Tahun 1973 bersama AM Munardi membuat grup tari Lintasan 73. Sering menjadi penata gerak pementasan teater Bengkel Muda Surabaya (BMS) dengan arahan sutradara Basuki Rachmat, Akhudiat dan Hari Matrais. Tahun 1977, ia mendirikan Sanggar Tari Suita Parani, yang memiliki cabang di Kediri, Tulungagung, Kertosono dan Surabaya sendiri.

Puluhan tahun menggeluti seni tari, puluhan karya tari telah dihasilkannya. Ia adalah sosok seniman tari yang terus berjuang tanpa henti meskipun lingkungan seniman sekitarnya tak memperhitungkannya. Sebab, sebagai seorang seniman tari, ia tidak menari secara lazim, yang selalu menghitung satu sampai delapan, ia tidak mencipta tari yang indah-indah.

Tarian Parmin adalah karya yang selalu menunjukkan empati pada situasi sosial, kepedulian lingkungan atau menyuarakan jeritan hati kemanusiaan.

Pandangan orang agak berubah ketika tiba-tiba ia mendapat undangan Sharing Time di Devon, Inggris. Ia tidak hanya berpentas, namun memberikan workshop, serta bekerja sampingan dalam upaya bertahan dan mengembangkan jaringan.

Sejak itu, berulang kali undangan dari Eropa setiap tahun selalu datang padanya, tercatat ia pernah berpentas di Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia, selain pula di beberapa negeri di kawasan Asia.

Reporter : Irwan Rakhday
Editor : Rudi Erlangga
ad
Berita Sebelumnya Pameran Tosan Aji, Bentuk Pelestarian Budaya Nusantara
Berita Selanjutnya Program Wira Usaha di SMK AL-Azhar Bangsalsari Jember

Komentar Anda